Naaaaaaaaah, postingan saya kali ini adalah salah satu tugas IImu Budaya Dasar.
Untuk lebih lanjutnya, silahkan baca aja sendiri =p hahaha
Macam-macam Keadilan & Definisinya
Pengertian Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal
2. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Sumber pandangan hidup & Ideologinya
Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda . pandangan hidup juga bisa di anggap sebagai pedoman atau motivasi dalam menjalani kehidupan untuk menjadi seseorang yang lebih maju atau mungkin untuk menggapai sebuah cita-cita dan tujuan hidup dari manusia itu sendiri.Dari beberapa sumber juga di katakan bahwa pandangan hidup bisa di artikan sebagai pertimbangan atau pendapat yang timbul dari pemikiran manusia itu karena adanya pengalaman hidup yang sudah dialami oleh seorang manusia .
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan nonna yang terdapat pada negara tersebut.
135
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita - cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau peIjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Semoga bermanfaat yaaaaaaaa kawan !!!
Jam
Rabu, 23 Maret 2011
ILMU BUDAYA DASAR Tulisan TENTANG “Keindahan”
Pertama saya membuat karya tulisan tentang Analisa Kasus Bilqis dibaca ya kawan . . .
Bilqis Anindya Passa, nama itu tentunya tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia. Ya, Bilqis sempat menguras perhatian masyarakat Indonesia beberapa bulan yang lalu, bayi berusia kurang lebih 2 tahun ini mengidap penyakit Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati.
Penyakit yang berat dan membutuhkan biaya yang tidak kecil membuat simpati masyarakt. Dan wujud dari simpati tersebut banyam masyarakat dari berbagai kalangan menggalang bantuan untuk membantu biaya berobat Bilqis.
Dengan umur sekecil itu dan penyakit yang dideritanya tentu saja bukan hal yang mudah, kita saja yang orang dewasa hanya sakit kepala sudah mengeluh kesakitan, apa lagi bayi seperti Bilqis. Ada beberapa pihak yang menyalahkan pemerintah dalam hal ini karena pemerintah baru menunjukan keperduliannya setelah masyarakat bergerak.
Untuk menyembukan penyakit ini diperlukan transplatasi hati yang rencananya akan diambilkan dari hati orang tuanya sendiri yaitu ibu kandung Bilqis, Dewi Farida. Untuk melakukan operasi ini ternyata tidak mudah karena harus melewati beberapa tahap, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan adanya virus atau tidak, berat badan, dll. Akan tetapi sebelum operasi transplatasi dilakukan Bilqis sudah lebih dulu menghadap yang Kuasa di RS Kariadi Semarang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan…dan karena Allah tidak pernah menguji hambanya melebihi kemampuanya…Semoga Bilqis tenang di sana…..
nah selanjutnya saya membuat karya tulisan tentang Analisa Gereja Katedral Dari Sisi Keindahan dibaca juga ya kawan. . .hhehe
Gereja Katedral Jakarta yang dibangun oleh P.A Dijkmans ini menggunakan gaya yang berkembang pada masa dimana gereja ini dibangun yaitu gaya neogotik. Gaya neogotik merupakan kelahiran kembali dari gaya gotik yang berkembang pada abad 11 sampai dengan abad 14. Namun Jika dilihat lebih dekat , Gereja Katedral Jakarta tidak hanya menggunakan gaya neogotik tetapi juga gaya gotik pada pembangunannya. Gaya gotik dan neogotik pada Gereja Katedral Jakarta banyak terlihat dari segi interiornya, yaitu dari bentuk bangunan, lay-out, elemen pembentuk ruang, elemen transisi, elemen pengisi ruang dan juga elemen dekoratif.
Bila ketika kita melintas dari arah jalan Lapangan Banteng dan arah jalan Katedral kita dapat memandang sebuah gedung Gereja Katedral yang Elegan dan kokoh.
Gereja yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun ini bentuk dasarnya merupakan salib sepanjang 60 meter, lebar bagian utama 10 meter ditambah 5 meter disetiap sisinya.
Tampak dari depan terdapat tiga puncak menara yang menjulang tinggi. Sebuah menara kecil di atas dan di tengah-tengah atap, yaitu Menara Angelus Dei menjulang setinggi 45 meter dari lantai. Menara ini diapit dengan dua menara yang menjulang setinggi 60 meter di sisi kiri dan kanannya. Menara disebelah utara, yang bentuknya menyerupai benteng disebut Benteng Daud yang melambangkan Maria sebagai perlindungan terhadap kuasa-kuasa kegelapan. Sedangkan yang di sebelah Lapangan Banteng disebut Menara Gading, gading yang putih dan murni melambangkan keperawanan Maria. Ketiga menara ini terbuat dari besi, karena bahaya gempa bumi, meskipun sebenarnya ini tidak cocok untuk bangunan gaya neo-gotik.
Diantara kedua menara tinggi terdapat rozet (jendela bundar) yang melambangkan Rosa Mystica, lambang Bunda Maria.
Di Menara Benteng Daud (menara utara) terdapat lonceng yang berukuran sedang yang terdapat inskripsi dalam bahasa Latin yang terjemahan bebasnya : “Aku dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken; tanggal 2 bulan Maria; doakanlah kami; 19 Juni 1900“. Di Menara Gading (menara selatan) terdapat lonceng yang ukurannya lebih kecil disumbangkan oleh Tuan Chasse seorang anggota Dewan India pada tahun 1831 dan diberkati pada tahun 1834. Pada lonceng tersebut terdapat tulisan : “Aku mau menyalami Maria; pesta Santo Nikolas“. Sedangkan lonceng terbesar yang dinamai Wilhelmus merupakan hadiah dari Tuan J.H. de Wit yang juga diberkati pada tahun 1834.
Pada pintu masuk utama gereja terdapat hiasan Patung Maria dan pada bagian atas pintu terdapat tulisan “Beatam Me Dicent Omnes Generationes” yang artinya “Semua keturunan menyebut aku bahagia“.
Memasuki pintu utama gereja, akan terlihat selempeng batu pualam putih menempel di tembok bertuliskan kalimat dalam bahasa Latin yang artinya: “Aku didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901“
Pada sisi tembok sebelah selatan juga terdapat selempeng besar batu pualam putih berupa prasasti bertuliskan bahasa Latin, teksnya dapat diterjemahkan sebagai berikut : “Gedung ini, yang digambar oleh Imam Antonius Dijkmans dan yang batu pertamanya diletakkan pada tanggal 16 Januari 1899 oleh Provikaris Carolus Wenneker, pada tanggal 21 April 1901 dipersembahkan oleh Yang Mulia Monseigneur Edmundus Sybrandus Luypen, Uskup titular Orope dan Vikaris Apostolik Batavia, dengan perlindungan Perawan Maria yang tersuci, kepada Allah yang Mahabesar.”
Ditengah pahatan tersebut terdapat tulisan D.O.M yaitu “Domino Optimo Maximo“, yang artinya : “Demi Tuhan Yang Mahabaik dan Mahabesar”
Pada sisi tembok sebelah utara terlihat monumen yang terbuat dari granit hitam, mirip batu nisan. Monumen itu dibuat di Belgia untuk memperingati jasa Komisaris Jendral Du Bus de Ghisignies yang mendapatkan tanah di pojok Lapangan Banteng ini bagi ibadat umat Katolik.
Di sisi tembok sebelah barat terdapat batu peresmian renovasi/pemugaran Katedral oleh Bpk. Soepardjo Roestam pada tanggal 13 Agustus 1988, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI.
Memasuki ruangan dalam gereja, setiap orang akan langsung terpesona oleh pemandangan yang menyinarkan keagungan dan kemuliaan Tuhan. Sinar matahari pagi yang masuk menembus jendela kaca patri menambah indahnya pesona gereja Katedral ini.
Pilar yang kokoh berbaris di kedua sisi menyangga atap, membentuk lorong. Di kedua sisi itu terdapat galeri pada ketinggian 7 meter, yang dulu tempat untuk paduan suara. Saat ini sudah tidak digunakan lagi untuk tempat paduan suara mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan. Tempat ini sekarang sebagian dimanfaatkan untuk museum.
Langit-langit terbuat dari kayu jati untuk mengantisipasi gempa bumi, dan bukan dari batu sebagaimana lazimnya. Tinggi langit-langit itu 17 meter.
Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa Bangunan Gereja Katedral merupakan Gereja dengan karya seni yang tinggi dengan campuran dari seni Jawa dan seni dari Bangsa Romawi Kuno, sehingga terbentuklah sebuah Gereja yang anggun dan megah serta dengan seni-seni bangunan yang indah dan unik bagi tempat peribadatan umat Katolik, dan salah satu koleksi bangunan Tua yang dimiliki oleh Indonesia.
Demikian yang dapat saya analisis dari sebuah Bangunan Gereja Katedral yang mempunyai nilai seni Keindahan yang sangat tinggi.
Dan saya tidak menutup kemungkinan bila ada yang tidak sependapat dengan analisis yang saya buat dalam karya tulisan ini saya minta untuk komentar dan kritiknya. Bila ada kata yang tidak berkenan dengan pembaca, saya pribadi mengucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya. Cukup sekian yang saya dapat tuliskan saya ucapkan Terima Kasih.
Bilqis Anindya Passa, nama itu tentunya tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia. Ya, Bilqis sempat menguras perhatian masyarakat Indonesia beberapa bulan yang lalu, bayi berusia kurang lebih 2 tahun ini mengidap penyakit Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati.
Penyakit yang berat dan membutuhkan biaya yang tidak kecil membuat simpati masyarakt. Dan wujud dari simpati tersebut banyam masyarakat dari berbagai kalangan menggalang bantuan untuk membantu biaya berobat Bilqis.
Dengan umur sekecil itu dan penyakit yang dideritanya tentu saja bukan hal yang mudah, kita saja yang orang dewasa hanya sakit kepala sudah mengeluh kesakitan, apa lagi bayi seperti Bilqis. Ada beberapa pihak yang menyalahkan pemerintah dalam hal ini karena pemerintah baru menunjukan keperduliannya setelah masyarakat bergerak.
Untuk menyembukan penyakit ini diperlukan transplatasi hati yang rencananya akan diambilkan dari hati orang tuanya sendiri yaitu ibu kandung Bilqis, Dewi Farida. Untuk melakukan operasi ini ternyata tidak mudah karena harus melewati beberapa tahap, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan adanya virus atau tidak, berat badan, dll. Akan tetapi sebelum operasi transplatasi dilakukan Bilqis sudah lebih dulu menghadap yang Kuasa di RS Kariadi Semarang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan…dan karena Allah tidak pernah menguji hambanya melebihi kemampuanya…Semoga Bilqis tenang di sana…..
nah selanjutnya saya membuat karya tulisan tentang Analisa Gereja Katedral Dari Sisi Keindahan dibaca juga ya kawan. . .hhehe
Gereja Katedral Jakarta yang dibangun oleh P.A Dijkmans ini menggunakan gaya yang berkembang pada masa dimana gereja ini dibangun yaitu gaya neogotik. Gaya neogotik merupakan kelahiran kembali dari gaya gotik yang berkembang pada abad 11 sampai dengan abad 14. Namun Jika dilihat lebih dekat , Gereja Katedral Jakarta tidak hanya menggunakan gaya neogotik tetapi juga gaya gotik pada pembangunannya. Gaya gotik dan neogotik pada Gereja Katedral Jakarta banyak terlihat dari segi interiornya, yaitu dari bentuk bangunan, lay-out, elemen pembentuk ruang, elemen transisi, elemen pengisi ruang dan juga elemen dekoratif.
Bila ketika kita melintas dari arah jalan Lapangan Banteng dan arah jalan Katedral kita dapat memandang sebuah gedung Gereja Katedral yang Elegan dan kokoh.
Gereja yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun ini bentuk dasarnya merupakan salib sepanjang 60 meter, lebar bagian utama 10 meter ditambah 5 meter disetiap sisinya.
Tampak dari depan terdapat tiga puncak menara yang menjulang tinggi. Sebuah menara kecil di atas dan di tengah-tengah atap, yaitu Menara Angelus Dei menjulang setinggi 45 meter dari lantai. Menara ini diapit dengan dua menara yang menjulang setinggi 60 meter di sisi kiri dan kanannya. Menara disebelah utara, yang bentuknya menyerupai benteng disebut Benteng Daud yang melambangkan Maria sebagai perlindungan terhadap kuasa-kuasa kegelapan. Sedangkan yang di sebelah Lapangan Banteng disebut Menara Gading, gading yang putih dan murni melambangkan keperawanan Maria. Ketiga menara ini terbuat dari besi, karena bahaya gempa bumi, meskipun sebenarnya ini tidak cocok untuk bangunan gaya neo-gotik.
Diantara kedua menara tinggi terdapat rozet (jendela bundar) yang melambangkan Rosa Mystica, lambang Bunda Maria.
Di Menara Benteng Daud (menara utara) terdapat lonceng yang berukuran sedang yang terdapat inskripsi dalam bahasa Latin yang terjemahan bebasnya : “Aku dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken; tanggal 2 bulan Maria; doakanlah kami; 19 Juni 1900“. Di Menara Gading (menara selatan) terdapat lonceng yang ukurannya lebih kecil disumbangkan oleh Tuan Chasse seorang anggota Dewan India pada tahun 1831 dan diberkati pada tahun 1834. Pada lonceng tersebut terdapat tulisan : “Aku mau menyalami Maria; pesta Santo Nikolas“. Sedangkan lonceng terbesar yang dinamai Wilhelmus merupakan hadiah dari Tuan J.H. de Wit yang juga diberkati pada tahun 1834.
Pada pintu masuk utama gereja terdapat hiasan Patung Maria dan pada bagian atas pintu terdapat tulisan “Beatam Me Dicent Omnes Generationes” yang artinya “Semua keturunan menyebut aku bahagia“.
Memasuki pintu utama gereja, akan terlihat selempeng batu pualam putih menempel di tembok bertuliskan kalimat dalam bahasa Latin yang artinya: “Aku didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901“
Pada sisi tembok sebelah selatan juga terdapat selempeng besar batu pualam putih berupa prasasti bertuliskan bahasa Latin, teksnya dapat diterjemahkan sebagai berikut : “Gedung ini, yang digambar oleh Imam Antonius Dijkmans dan yang batu pertamanya diletakkan pada tanggal 16 Januari 1899 oleh Provikaris Carolus Wenneker, pada tanggal 21 April 1901 dipersembahkan oleh Yang Mulia Monseigneur Edmundus Sybrandus Luypen, Uskup titular Orope dan Vikaris Apostolik Batavia, dengan perlindungan Perawan Maria yang tersuci, kepada Allah yang Mahabesar.”
Ditengah pahatan tersebut terdapat tulisan D.O.M yaitu “Domino Optimo Maximo“, yang artinya : “Demi Tuhan Yang Mahabaik dan Mahabesar”
Pada sisi tembok sebelah utara terlihat monumen yang terbuat dari granit hitam, mirip batu nisan. Monumen itu dibuat di Belgia untuk memperingati jasa Komisaris Jendral Du Bus de Ghisignies yang mendapatkan tanah di pojok Lapangan Banteng ini bagi ibadat umat Katolik.
Di sisi tembok sebelah barat terdapat batu peresmian renovasi/pemugaran Katedral oleh Bpk. Soepardjo Roestam pada tanggal 13 Agustus 1988, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI.
Memasuki ruangan dalam gereja, setiap orang akan langsung terpesona oleh pemandangan yang menyinarkan keagungan dan kemuliaan Tuhan. Sinar matahari pagi yang masuk menembus jendela kaca patri menambah indahnya pesona gereja Katedral ini.
Pilar yang kokoh berbaris di kedua sisi menyangga atap, membentuk lorong. Di kedua sisi itu terdapat galeri pada ketinggian 7 meter, yang dulu tempat untuk paduan suara. Saat ini sudah tidak digunakan lagi untuk tempat paduan suara mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan. Tempat ini sekarang sebagian dimanfaatkan untuk museum.
Langit-langit terbuat dari kayu jati untuk mengantisipasi gempa bumi, dan bukan dari batu sebagaimana lazimnya. Tinggi langit-langit itu 17 meter.
Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa Bangunan Gereja Katedral merupakan Gereja dengan karya seni yang tinggi dengan campuran dari seni Jawa dan seni dari Bangsa Romawi Kuno, sehingga terbentuklah sebuah Gereja yang anggun dan megah serta dengan seni-seni bangunan yang indah dan unik bagi tempat peribadatan umat Katolik, dan salah satu koleksi bangunan Tua yang dimiliki oleh Indonesia.
Demikian yang dapat saya analisis dari sebuah Bangunan Gereja Katedral yang mempunyai nilai seni Keindahan yang sangat tinggi.
Dan saya tidak menutup kemungkinan bila ada yang tidak sependapat dengan analisis yang saya buat dalam karya tulisan ini saya minta untuk komentar dan kritiknya. Bila ada kata yang tidak berkenan dengan pembaca, saya pribadi mengucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya. Cukup sekian yang saya dapat tuliskan saya ucapkan Terima Kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)



